Pages

Minggu, 13 Januari 2013

CIRI-CIRI DAN KLASIFASIKASI PRONOMINA (KATA GANTI / TEMBUNG SESULIH)

Pronomina atau kata ganti yaitu kata-kata yang referennya berubah-ubah. Miasalnya kata “aku” akan berubah tergantung kepada siapa yang berbicara. Jenis kata ini termasuk deiksis (Subroto, 1991:31)

I.     CIRI PRONOMINA (KATA GANTI)

1.      Pronomina merupakan kategori tertutup dan anggotanya terbatas jumlahnya. Pronomina ini digunakan untuk menggantikan beberapa kategori yang lainya, yaitu nomina (kata kerja), adjetiva (kata sifat), adverbia (kata keterangan), dan numeralia (kata bilangan).
2.      Pronomina cenderung bersifat ikonik (penggunaan nama disesuakan dengan lokasi).
3.      Pronomina dapat mengacu informasi yang berada di luar tuturan dan dapat pula mengacu pada bagian  wacana sebelumnya yang telah diturunkan.

II.  KLASIFIKASI PRONIMINA

            Pronomina dibagi menjadi 3 subkategori berdasarkan jenis unsur teracunya, yakni:
1.      Pronomiana Persona (Sesulih Purusa)
            Pronomina persona atau kata ganti orang berkaitan dengan manusia yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam berbahasa, yaitu:
Persona pertama (Utama Purusa) digunakan untuk menggantikan orang pertama (kata ganti orang pertama).
Persona kedua (madyama purusa) digunkan untuk menggantikan orang kedua (kataganti orang kedua).
Persona ketiga (pratama purusa) digunakan untuk kata ganti orang ketiga.

Pronomina Persona
Tunggal
Jamak
Persona Pertama
(Utama Purusa)
Aku
kula
ingsun
awakku
kene
adalem
abdidalem dan
kawula
Kawuala
Kita


(Ditambah dengan kata Kabeh / sedaya)
Persona Kedua
(madyama purusa)
kowe,
jengandika
ndika
nandalem
samang
awakmu
kono
sira
sliramu
slirane
sampeyan
 panjenengan
Kowe kabeh
Panjenengan sedaya.
Persona Ketiga
(pratama purusa)
Dheweke
Dheke
Dheknene
Kana
piyambake panjenengane,dan piyambakipun.
Dheweke kabeh
Panjenengane sedaya

            Pronomina persona memiliki imbangan bentuk pronomina posesif (tembung sesulih pandarbe) yang dapat dibedakan menjadi dua: yang terletak di depan dan di belakang. Sesulih pandarbe / pronomina posesif di depan disebut proklitik dan sesulih pandarbe dibelakang disebut enklitik.

Pronomina Persona
Prokliti
Enklitik
Aku
Dak-/tak-
-ku
kowe
Ko-/kok-, mang-
-mu
dheweke
di-
-e /-ne



Contoh:
Aku maca                       takwaca                       wacananku
Kowe maca                    kokwaca                      wacananmu
Dheweke maca              diwaca                         wacanane

            Pronomina posesif (sesulih Pandarbe) yang termasuk klitik kebanyakan hanya ada di dalam ragam ngoko. Sedangkan apabila telah masuk kedalam bahasa krama, ater-ater tripurusa (dak-,ko-,di-) tersebut akan berubah kedalam bentuk semula. Misalnya:
Dak- dalam bahasa krama akan berubah menjadi kula, dan tebung kok-/ko-, mang-, -mu di bahasakrama akan berubah menjadi panjenengan. Klitik –mu terkadang juga dapat berubah menjadi tembung ingkang.
Contohnya:
Segane wis dakpangan            →        Sekulipun sampun kula tedha.
Segane wis kokpangan            →        Sekulipun sampum panjenengan dhahar

2.      Pronomina Demontratif  (Sesulih  Panuduh)

               Pronomina  demontratif  atau kata ganti penunjuk merupakan kata yang menunjukkan nama barang atau memberi tahu salah satu bab. ini berkaitan dengan penunjukan terhadap banyak hal.
·         Pertama, dengan subtansi tertentu, sehingga muncul pronomina demonstratis subtatif (iki, kuwi).
·         Kedua, dengan tempat tertentu, sehingga muncul pronomina demontratif lokatif (kene, kono, kana).          
·         Ketiga, dengan peran tertentu, sehingga timbul pronomina demontrasif deskriftif (ngene, mangkene, ngono, mengkono).
·         Keempat, dengan waktu tertentu, sehingga timbul pronomina demontratif temporal (saiki, mengko).
·         Kelima, dengan ukuran, sehingga muncul pronomina  demontratif dimensional (semene, semono)

a.      Pronomina demonstratif subtantif ( Panuduh Lumrah )
            Pronomina ini sebagi pembaku hubungan antara pembicara dengan  subtansi yang diacu. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan jarak dekat, agak dekat, agak jauh, cukup jauh.  Bentuk katanya adalah sebagai berikut:
                                    Ngoko             krama             krama
                                                            Tak baku
Dekat               iki, (kiye)          niki                  punika/menika             ini
Agak jauh        (iku), kuwi       niku                 punika/menika             itu
Cukup jauh      (ika), kae         nika                 punika/menika             itu
           
            Selain ketiga jenis  diatas ada pula jenis netral terhadap hubungan jarak jauh-dekat yaitu pronomina demontratif anu, yang muncul sebagai pronomina karena sulitnya meneyebut kata yang diganti oleh kata anu itu. kata anu juga dapat dapat digunakan untuk salah satu bab yang belum jelas karena yang dibahas lupa. Dalam penggunaan yang sesungguhnya, anu sering dipakai bersama-sama  dengan apa kuwi, apa jenenge.

b.      Pronomina demontratif lokatif ( Panuduh Papan )
            Pronomina subkategori ini pun terbagi menjadi tiga berdasarkan kedekatan jarak dengan pembicara:

Dekar               kene ‘sini’                    rene/mrene                  ‘ke sini’
Agak jauh        kono ‘situ’                   rono/mrono                 ‘ke situ’
Cukup jauh      kana ‘sana’                  rana/mrana                 ‘ke sana

c.       Pronomina Demontratif Deskriptif ( Panuduh Perkara)
            Pronomina jenis ini terbafi menjadi 3 macam, berdasarkan kedekatan jarak dengan pembicara. Hanya saja pengertian jarak disini tidak harus bersifat indrawi, kasat mata, mengacu padalokasi tertentu. Jarak itu dapt bersifat psikologis, mengacu padaperistiwa yang sedang, baru saja, atau sudah lama berlalu, akan tetapi dapat dihadirkan kembali dalam kenangan dan bayangan penutur. Berikut ini adalah daftarnya (lajur kiri bentuk ngoko, lajur kana bentuk krama)
Dekat               ngene, mengkene        ngaten, mekaten                      begini
Jagak jauh        ngono, mengkono       ngaten, mekaten                      begitu
Cukup jauh      ngana, mengkana        ngaten, mekaten                      begitu

            Pronomina ini memeiliki kata dasar berupa kene-kono-kana yang juga berkaitan dengan  pronomina demontratif lokatif. Menegnai bentuk kramanya yang hanya ada satu macam, yaitu ngaten dan mekaten agaknya berkaitan dengan bentuk ngana, mangkana  yang diubah sesuai pola pengubahan ana- wonten, dina-dinten

d.      Pronomina Demontratif Temporal ( Paniduh Wektu)
            Jenis pronomian ii berkaitan dengan dua hal yakni titik waktu tertentu dan jangka waktu tertentu.
K
e
b
e
l
a
k
n
g



K
e
d
e
p
a
n
Cukup jauh

Ndisik             rumiyen        dahulu
Agak jauh
Setelah dua hari
Ndek emben    kala emben    kemarin lusa
Dua hari
Wingine          winginipun    kemarinnya
Wingenane      wingenanipun
sehari
Wingi             kala wingi      kemarin
Agak dekat
Dalam hari yang sama
Mau               kala wau         tadi




dekat




                    Samenika         sekarang
Saiki             sapunika          kini
Samenngko    samangke        saat ini
Agak dekat
Dalam hari yang sama
Mengko         mangke           nanti
Agak jauh
sehari
Sesuk            mbenjing            besuk
Dua hari
Sesuke          mbenjingipun      besuknya
Setelah dua hari
Sukmben       mbenjing emben  besuk lusa
Cukup jauh

Mbesuk         mbenjing             kelak           

e.       Pronomina Demonstratif dimensional
            Jenis pronomina ini berkaitan dengan dengan kadar ukuran ini pun juga dibagi tiga:

Dekat                           semene                        semanten                     sekian ini
Agak jauh                    semono            semanten                     sekian itu
Cukup jauh                  semana            semanten                     sekian itu
            Ket 
            Bentuk dasar : mene, mana, mana

            Berkaitan dengan kadar ukuran memungkinkan kata itu ada bersama-sama dengan kata penunjuk panjang, lebar, luas, tinggi, besar, berat, jauh, dalam, isi, jumlah dan yang lain. Misalnya dikombinasikan dengan: dawane, ambane, dhuwure, gedhene, abote, adohe, jerone, kebake, akehe. Dan dimungkinkan ada semana bersama nalika, yakni nalika semana, namun tidak ada nalika semene dan nalika semana.

            Penyelarasan bentuk antarpronominal demontratif dalam pembentukan frase pronominal. Subkategori pronomina demonstratif dapat membentuk frase dengan unsur pronomina demonstratif itu sendiri.
            Aku iki            - aku kuwi, aku kae
            Kuwe kuwi     - kowe iki, kowe kae
            Mau kae          - mau iki, iki mau, mau kuwi

3.       Pronomina Introgatif

            Pronomina ini berkaitan dengan pertanyaan. Dalam hal ini, pertanyaannya dapat dikembalikan kepada pronomina subkategori yang pertama, yaitu persona, dan yang kedua, yaitu demontratif.
            Berikut adalah daftarnya:
1.      Berkorespondensi dengan persona: sapa, sinten.
2.      Berkoirespondensi dengan demontratif.
Apa                          punapa, menapa                     apa
         Sing endi                     ingkang pundi             yang mana
Endi                         pundi                                       mana
         Neng endi                    wonten pundi               di mana
         Nyang endi                  dhateng pundi             ke mana
Kepriye, piye            kados pundi                             bagaimana
Kapan                      mbenjeng menapa                   kapan
Pira                          pinten                                      berapa
Sepira                      sepinten                                   seberapa

            Pronomina introgatif dapat juga digunakan dalam kalimat bukan jenis tanya. Dalam hal ini, pronomina introgatif berstatus menjadi pronomina petunjuk ketidaktentuan. Misalnya: aku ora ngerti apa sing dijupuk.